Purwokerto Cake Shop Online - Share your love with food

Thursday, March 19, 2015

Pastel Kulit Renyah Isi Bihun



Ceritanya kemarin lihat-lihat tas yang isinya berbagai resep. Salah satunya adalah buku resep khusus tentang Pastel dan Risoles dari Ny. Liem yang katanya terkenal dengan karya-karyanya yang enak itu. Sudah ada beberapa resep yang dicoba, dan bisa menyatakan bahwa dari percobaan-percobaan hasilnya memang enak :D Sudah berhasil menuai pujian dan pesanan juga. Alhamdulillah...... 

Nah, kali ini kok tiba-tiba ingin buat pastel. Karena weekend kemarin pergi ke rumah tante, beliau menyatakan suka membuat pastel tetapi kulitnya tidak renyah, dan jadi seperti “melawan” atau alot saat digigit (si pastel dalam kondisi dingin suhu ruangan). Dan teringat kalau ada bukunya Ny Liem yang tersimpan rapi di tas nih. Dicoba ya kemarin ini. Selain alasan itu, pernah ada yang mau pesan isi snack box dengan salah satunya ya si pastel ini. Hanya saja saya tolak. Karena belum bisa “mengukir” tepian pastel ini dengan cuantek jadinya ya dilewatkan saja *hiks...

Akhirnya dengan tekad baja *hallaaah...harus bisa buat pastel. Jadilah diriku ini beli cetakan pastel ukuran besar (diameter 10 cm) dengan harapan bisa dipakai untuk membentuk tepian si pastel ini dengan cantik. Apa daya, begitu dipakai cetakannya kok malah tepiannya berbentuk aneh dan motif cantik yang diinginkan jauh banget deh dari yang diharapkan (>_<) Satu-satunya cara ya harus manual “mengukir” tepian si pastel ini. Saya langsung cari tahu dari internet caranya. Ditiru...dicoba..dipelintir..jadi sih jadi. Hanya saja kurang bagus, tidak rapi berjejer seperti tali tambang gitu *harapannya kan bisa begitu... Dan setelah sekian belas pastel yang terbentuk, memang akhirnya bisa terbentuk si pelintiran pastel ini. Dan memasuki pastel ke-20an barulah si tali tambang kecil bisa terbentuk. Aduuuuh....rasanya hatiku berbunga-bunga. Saking berbunganya sampai lupa memotretnya ^_^

Ya sudah lah ya, yang penting setelah jadi, target berikutnya adalah membuat supaya kulit pastel ini tidak bergelembung-gelembung alias mulus. Kata para master dari dunia per-baking-an NCC, pastel yang bagus harus berkulit renyah dan mulus. Naaaah, ini dia tantangannya. Menggoreng dengan kondisi minyak dingin. Hmmm...ini dia teknik yang tidak pernah ada di resep kan? Dan caranya mudah. Goreng dengan api kecil dan minyak goreng yang banyak. Jaga kondisi api dan suhu minyak goreng, pastel dibolak-balik selama proses penggorengan agar warna keemasannya merata dan kulit tergoreng matang sempurna. Berhasil \(^o^)/

Jadilah tampilan Pastel Kulit Renyah Isi Bihun buatan diriku begini tampilannya


Note :
Cara memilin tepi pastel seperti ini ya


Saya jadi lebih PD alias percaya diri nih menerima pesanan pastel.

Sunday, March 15, 2015

Kue Talam Ubi Ungu from Kanya Kitchen

Bukan hal baru mungkin ya bahwa ubi merupakan salah satu jenis umbi Indonesia yang mudah ditemui di pasar tradisional akan tetapi pengolahannya hanya sebatas dikukus atau direbus. Mentoknya ya dijadikan kolak atau digoreng. Intinya ubi jarang diolah oleh rumah tangga dalam bentuk yang lain. Kalau bicara tentang dunia kuliner sendiri, variasi olahan ubi sudah banyak sekali. Saking banyaknya sampai ketika menjumpai resep olahan ubi dengan tampilan yang canggih, suka tidak percaya bahwa makanan tersebut terbuat dari ubi.
Saya pribadi sering melihat olahan ubi yang kurang menarik. Akhirnya jadi malas makan. Akan tetapi banyak hasil penelitian yang menyebutkan bahwa ubi mengandung karbohidrat kompleks yang bagus untuk tubuh. Jadi menurut saya, harus diolah jadi makanan yang enak, tampilannya menarik sehingga orang yang melihatnya mau makan. Alasan lainnya, ubi itu murah lhooooo.... ^o^

Jadi, salah satu jenis makanan yang saya olah dari ubi ini adalah Kue Talam Ubi Ungu. Asal teman-teman tahu saja ya, warna ubi Indonesia itu beragam dan masing-masingnya punya tekstur yang berbeda juga. Ada yang berwarna putih, kuning gading, orange, ungu, putih ungu (yang terakhir ini saya jumpai di Purwokerto). Yang membuat saya paling tertarik adalah ubi ungu. Warnanya itu lho...ungu pekat. Pewarna makanan warna ungu tidak diperlukan deh kalau mengolah ubi yang satu ini. Hasil jadinya makanan akan sangat cantik. Warna ungunya sangat mirip dengan pewarna makanan. Tapi karena alami jadi aman dikonsumsi.

Kali ini saya mau berbagi resep Kue Talam Ubi Ungu yang mana resep ini saya setorkan pada panitia NCC untuk event Panglok Week NCC alias Pangan Lokal. Jadi sudah teruji di dapur saya dan merupakan resep jualan dari dapur saya juga yang bernama Kanya Kitchen. Resep asli saya peroleh dari Mbak Ricke Indriani hanya saja resep ini sudah saya modifikasi sesuai dengan kebutuhan.



Kue Talam Ubi Ungu (by Ricke Indriani modified by Ade)

Lapisan Ungu (Bawah):

500 gr
Ubi ungu
300 ml
Santan sedang, matang (lebihkan sedikit saat membuat santan mentah, setelah matang ditakar menjadi 300 ml)
½ sdt
Garam
150 gr
Tepung tapioka
175 gr
Gula pasir (silakan ditambah jika suka lebih manis)
½ sdt
Vanili bubuk

Lapisan Putih (Atas) :
400 ml
Santan kental matang
½ sdt
Garam
60 gr
Tepung beras
40 gr
Tepung tapioka
2 sdm
Gula pasir
¼ sdt
Vanili bubuk

Cara membuatnya:
  1. Panaskan dandang kukusan/klakat. Jika memakai dandang biasa, lapisi tutupnya dengan serbet bersih.
  2. Lapisan bawah (ungu) : Blender ubi ungu dan ½ bagian santan sampai benar-benar halus. Tuang ke dalam wadah/baskom. Masukkan sisa santan sambil diaduk rata hingga adonan halus licin. Tuang ke dalam cetakan yang sudah diolesi dengan sedikit minyak goreng. Isi sampai 2/3 tinggi cetakan. Kukus selama 10 menit.
  3. Lapisan atas (putih) : campur dan aduk rata semua bahan. Tuang ke atas lapisan bawah (ungu) tadi. Kukus kembali 10 menit atau hingga lapisan atas ‘set’ atau memadat. Angkat. Biarkan sampai agak hangat dalam cetakan lalu keluarkan.




Note :
Kadar air dalam ubi berbeda-beda. Kebetulan ubi ungu merupakan jenis ubi yang mengandung banyak air seperti halnya ubi kuning atau orange. Untuk ubi putih ungu (ketika dikupas putih tetapi saat diiris ada lapisan ungu di dalamnya) termasuk ubi yang mengandung sedikit air jadi santan juga saya tambahkan. Jumlah santan pada lapisan ungu bisa disesuaikan, adonan akhirnya cukup kental dan tidak terlalu encer tapi juga tidak terlalu berat.

Selamat mencoba 


Friday, March 13, 2015

Marble Pound Cake for My Hubby ♥



Siapa yang punya kegemaran nenonton Masterchef entah dari Australi atau NZ atau US? Atau mungkin program  acara “Think Food”? Naaah, saya adalah salah satunya ☺ Kenapa? Karena saya suka melihat kesibukan dan keasikan memasak orang-orang di acara tersebut.

Selama ini (menurut saya lho ya) yang namanya dunia kuliner khususnya dalam rumah tangga dipegang oleh para wanita. Tidak ada yang salah dengan itu. Hanya saja melihat para koki di acara2 tadi ternyata banyak yang pria, kok sepertinya keren ya? Ternyata, menurut salah satu survey (maaf sekali saya lupa siapa yang mengadakan survey) pria yang bisa memasak itu terlihat keren atau sexy. Adalagi kriteria lain. Pria itu keren kalau bisa momong anak. Nah, kalau yang terakhir ini saya pernah dengar dari salah satu radio swasta Jakarta.

Mau apapun lah ya, siapapun yang memasak selama masakan atau makanan itu dibuat dengan cinta in shaa Allah rasanya enak dan akan beda dari makanan yang dibeli di luar. Makanya saya punya moto “Share Your Love with Food” Hehehehe...

Dan kenapa juga saya membuat kue ini? Karena suami menyindir, sering nonton acara yang berbau makanan tapi tidak pernah dibuatkan (ups...soalnya bahan2 di rumah dipergunakan untuk membuat pesanan siiih)....

Ya sudah lah ya, daripada juragan di rumah cemberut dibuatkan kue yang bakalan buat kenyang. Pilihan jatuh kepada Pound Cake \(^o^)/ Menurut informasi dari internet Pound Cake awalnya merupakan makanannya orang Eropa. Dibuat dengan satuan “pound” karena itu dinamakan Pound Cake. Hanya saja sekarang ini sudah banyak sekali modifikasi resep asli-nya sehingga tekstur kue menjadi lebih lembut dan lembab. 

Kali ini saya membuat kue ini dengan niatan dihias untuk kemudian diberikan ke suami supaya bisa dinikmati saat sepulang dari kerja. Hiasannya seadanya saja. Tidak banyak menggunakan buttercream (karena jumlahnya juga tinggal seuprit) dan untuk memberikan kontras warna saya berikan buah cerry. Berhubung kami merupakan keluarga kecil jadi cetakan yang dipergunakan adalah loyang bundar diameter 20 cm dengan tinggi 7 cm. Tidak dialasi dengan kertas roti. Supaya mudah dilepas, saya poles permukaan dalam loyang dengan margarin (tipis saja) untuk kemudian ditaburi dengan terigu (tipis juga). Dan kue tidak saya lepaskan langsung setelah dikeluarkan dari oven. Tunggu sebentar sekitar 10 menit baru dikeluarkan untuk didinginkan di cooling rack.

Resep Pound Cake ini merupakan resep dari Ibu Fatmah Bahalwan. Silakan bagi yang mau mencobanya
 
Simple Marble Pound Cake
Bahan :
150 gr
Mentega
100 gr
Gula pasir
3 btr
Telur
1 btr
Kuning telur
150 gr
Tepung terigu
1 sdt
Baking powder
1 sdt
Cokelat bubuk


Cara membuatnya :
  1. Campur tepung terigu dan baking powder, sisihkan
  2. Kocok mentega hingga lembut, masukkan gula pasir perlahan sambil terus dikocok sampai mengembang pucat
  3. Masukkan telur satu per satu sambil tetap dikocok. Kecilkan kecepatan mixer, tuang terigu yang sudah dicampur dengan baking powder, aduk rata.
  4. Sisihkan 2 sdm adonan, beri cokelat bubuk lalu aduk rata. Tuang sisa adonan putih kedalam loyang loaf ukuran 22cm x 10cm, beri adonan cokelat secara acak lalu kacau dengan sumpit hingga membentuk motif marmer.
  5. Panggang dalam oven dengan suhu 180°C selama ± 40 menit atau hingga matang.

NOTE:
  • Karena saya belum memiliki loyang loaf jadi memakai loyang bundar. Bagi yang memiliki loyang tulban bisa dipergunakan juga (diameter 22cm).
  • Tepung terigu dan baking powder saya campur dengan cara diayak, selain supaya lebih rata maka terigu tidak menggumpal dan mudah tercampur dengan adonan lemak saat diaduk.
  • Terigu yang saya pergunakan adalah terigu protein rendah yang memang akan membuat tekstur kue menjadi lebih lembut. Terigu dengan protein sedang juga bisa.
  • Bagi yang ingin mencoba resep ini tetapi tidak memiliki mentega sejumlah itu, bisa menggunakan margarin campur mentega dengan perbandingan 1:1 atau margarin seluruhnya.
  • Saya memasukkan adonan cokelat di tengah adonan putih lalu di atas adonan putih. Maksudnya supaya saat diiris motif marmer akan terlihat sampai ke dalam kue. Tidak hanya di bagian atas. Caranya adonan putih dituang ½ dulu lalu beri sedikit adonan cokelat dan kacau dengan sumpit. Tuangkan lagi sisa ½ adonan putih sisa yang tadi ke dalam loyang dan beri lagi adonan cokelat. Kacau lagi dengan sumpit.



Kue ini juga dapat dinikmati untuk sarapan. Silakan mencoba dan masukkan cinta saat membuatnya yaaa ^^ Kalau malas membuatnya, pesan ke saya juga tak mengapa ^_^

cemilan sehat masuk masuk isi toples jual homemade cake in purwokerto
supplier snack
jual snack box di purwokerto jual kukis hias